Gantian jilat ketiak

Ketiak basah mengkilat oleh peluh betina. Oh Tante Niniek Indriyantini. Baunya merangsang. Aku mencium. Menjilatinya. Sambil menindih tubuhnya. Dia dorong tubuhku ke atas. Gantian dia yang jilati ketiaknya sendiri. Angkat lengan. Kanan kiri bergiliran. Lidah panjang yang lincah. Milik seorang perawan tua jalang perindu kontol muda. Ketiak makin basah oleh jilatannya. "Kamu suka sayang?" tanyanya. Aku menjawabnya dengan gantian menciumi dan menjilati ketiaknya. Bulu lembut ketiak itu basah. Tak terasa spermaku menetes oleh luapan sensasi. Dia tersenyum, "Sabar sayang, jangan keburu. Tititmu belum masuk ke memekku kenapa sudah keluar. Tapi habis ini pasti bisa ngaceng lagi kan?" Dia mengoral kontolku. Sisa sperma menghambur. Tapi habis itu aku ngaceng lagi. Lebih keras. Rasanya lebih besar dan panjang. Siap menggilas liang memek betina penuh birahi.


About this entry